Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/justisia/public_html/wp-includes/cache.php on line 103

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/justisia/public_html/wp-includes/query.php on line 61

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/justisia/public_html/wp-includes/theme.php on line 1109
www.justisianto.com » INDULGENSI

INDULGENSI

Romo Terkasih, Saya seringkali mendengar kata Indulgensi. Setahu saya indulgensi itu artinya semacam pengampunan dosa, tapi pengampunan yang bagaimana? Atas penjelasan Romo, saya haturkan terima kasih. Bpk. Agustinus, CitraLand.

Bpk Agustinus yang baik.

(1) Tiap dosa merusak secara materiil maupun spirituil. Dosa mencuri berakibat hilangnya barang dan rusaknya hati menjadi hati pencuri. Dosa Aborsi berakibat matinya bayi dan rusaknya hati menjadi hati pembunuh.

(2) Dosa harus dihukum setimpal dan kerusakan harus diberi silih atau ganti-rugi. Dosa mencuri harus diganti rugi minimal dengan mengembalikan barang curian. Hukuman dosa itu disebut penitensi (tanda tobat).

(3) Sakramen Tobat menghapus dosa dan meluputkan pendosa yang bertobat dari api neraka, namun tidak menghapus hukuman dosa dan silih.

(4) Dalam situasi normal ada syarat untuk masuk surga, yaitu: tobat, mengaku dosa, pengampunan dosa, serta pelunasan hukuman dan ganti rugi.

(5) Beberapa kerusakan materiil bisa diperbaiki dan diganti-rugi. Tapi kerusakan materiil lain (seperti fitnah, perkosaan, selingkuh, dsb) serta kerusakan spirituil (dosa menyembah berhala, pembunuhan) luar biasa, sehingga tidak bisa diperbaiki oleh pelakunya.

(6) Walaupun dosa sudah diampuni dan neraka sudah dihindari, namun pendosa tidak boleh seenaknya melupakan kerusakan luar biasa yang diakibatkannya. Gereja menganjurkan bahwa setelah dosa diampuni dan penitensi dilakukan, pendosa masih berusaha sekuat tenaga memberi silih atas kerusakan dosa dengan melakukan perbuatan saleh (materiil, perbuatan baik, doa) yang ditentukan oleh uskup atau paus. Kita tidak tahu berapa banyak perbuatan saleh yang bisa memperbaiki kerusakan dosa. Tiap perbuatan saleh tersebut mengurangi hukuman dosa (setahun, 10 tahun, atau seluruhnya). Pengurangan (remisi) hukuman dosa itu disebut ‘indulgensi’ (kemurahan hati). Kita harus rajin ”menguber” (mencari) indulgensi, demi lunasnya hukuman dosa kita. Sebab kalau belum lunas, kita harus melunasinya di api penyucian.


Parse error: syntax error, unexpected T_ENDIF in /home/justisia/public_html/wp-content/themes/christian-sun/comments.php on line 35