Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/justisia/public_html/wp-includes/cache.php on line 103

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/justisia/public_html/wp-includes/query.php on line 61

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/justisia/public_html/wp-includes/theme.php on line 1109
www.justisianto.com » Sejarah Bangsa Yahudi yang Zionis

Sejarah Bangsa Yahudi yang Zionis

Siapakah bangsa Yahudi itu? Dari mana nama Zion? Mengapa mereka menduduki negeri Palestina? Apakah mereka bangsa asing yang menduduki tanah orang lain ? Siapakah bangsa Palestina? Apakah bangsa Palestina itu penduduk asli negeri Palestina, yang berhak atas tanah Palestina? Sejarahnya mulai sangat jauh sekali, 4000 th silam (atau 2000 th sebelum Masehi).

BANGSA YAHUDI

BANGSA TERPILIH YANG TERLUNTA-LUNTA

SEBELUM TARIKH MASEHI

1728-1686 Pada jaman Hammurabi dari Babilon, nabi Ibrahim mengungsi dari Ur di Kaldea (Irak) ke selatan. Dia mempunyai anak Iskak dan Ismail. Karena itu nabi Ibrahim diakui oleh ummat Islam dan Kristiani sebagai nenek moyang bersama. Kepada nabi Ibrahim Allah menjanjikan 3 (tiga) hal: Mempunyai keturunan sebanyak bintang di langit dan pasir di pantai laut, mendapat Tanah Air Terjanji, dan memperoleh Berkat dari siapapun juga dan sebalik nya juga menjadi Berkat bagi siapapun yang dijumpainya (Kejadian 15). Karena itu nabi Ibrahim dan keturunannya dinamakan “bangsa terpilih”. Ismail mempunyai keturunan bangsa Arab. Iskak punya anak Yakub yang juga disebut Israel. Dan Yakub diakui oleh 12 suku Israel sebagai nenek moyang bersama mereka.

1250 seb. M Sesudah tahun 1500 seb.M ± 1250 seb.M, bangsa Aram bersama suku-suku lain (salah satunya pimpinan Musa dari Mesir) migrasi ke tanah Palestina. Mereka membentuk bangsa Israel.

± 1200 Baik suku-suku yang sudah ada di Palestina maupun yang baru datang dari Mesir (dipimpin nabi Musa) menjalin ikatan persaudaraan di Palestina. Mereka membentuk Liga 12 Suku Israel Amphictyony (= persatuan politis dan keagamaan di antara penduduk suatu wilayah untuk melindungi tempat pemujaan yang berpusat sama). Yang ikut dalam Liga ini adalah suku Dan (utara jalur Gaza), suku Simeon (di sekitar Yerusalem), suku Yuda, Benyamin, Efraim, Manase (utara), suku Isakar dan Aser (Libanon), suku Ruben dan Gad (Yordania utara). Liga tersebut didirikan atas kesamaan asal-usul dan ucapara keagamaan. Para “hakim” (pemimpin suku) mereka meng-awasi ucapara keagamaan dan pelaksanaan hukum Tuhan (1200 – 1000).

Sedangkan suku yang tidak ikut Liga adalah suku Yebus (kota Yerusalem), suku Moab (Yordania tengah), Edom (Yordania Selatan), dan suku Ammon (Yordania Timur Laut dan Siria).

Sejak 1200 pantai Palestina diduduki bangsa Pilistin (mereka adalah bagianBangsa-bangsa Lautan” yang menginvasi Palestina). (Kata kunci = Expansi EXP). Dan pada waktu itu juga mereka membentuk Liga lain “Liga negara-negara kota”.

± 1010 seb. M Saul yang memimpin perlawanan melawan bangsa Ammon menjadi raja Israel (utara). Tidak lama pemerintahannya; dia dikalahkan oleh bangsa Pilistin di dataran Jezreel. Anaknya, Isibaal, memerintah hanya sebentar.

± 1066 – 966 Selama abad 11 seb.M. tekanan kuat datang dari pantai barat, yaitu dari Liga lain tersebut khususnya bangsa Pilistin, dan dari timur yaitu bangsa Ammon (Yordania Timur Laut): akhirnya sebagai tindak pertahanan, Liga 12 Suku Israel membentuk Kerajaan Israel. Negaranya disebut Israel tetapi tanahnya tetap selalu disebut “tanah Palestina”.

3000 tahun yang lalu (dihitung dari tahun 2000 Masehi), Raja Daud (nabi Daud) diurapi di Hebron menjadi raja kerajaan Yuda (Selatan). Dia mempersatukan kerajaan Israel (utara) dan Yuda (selatan). Dia mengalahkan Bangsa Pilistin (jalur Gaza di pantai Barat). EXP. Merebut Jerusalem (yang didirikan di atas gunung Zion) dari suku Yebus dan menjadikannya ibu kota keagamaan dan politis. Di situ dia membangun pemerintahan yang kokoh. Dengan memanfaatkan serdadu bayaran, raja Daud berhasil mengalahkan bangsa Moab, Ammon, dan Edom. Dengan mengalahkan “Liga negara-negara kota”, dia mendirikan negara Israel yang lebih luas. Mencakup jalur Gaza, Libanon, Siria, Yordania, dan semenanjung Sinai. Kerajaan Nabi Daud berkembang pesat (militer, budaya, ekonomi, pertanian). Pengganti raja Daud adalah raja Sulaiman, anak Daud dari Betseba.

± 966 – 926 Raja Sulaiman (nabi Sulaiman). Dia mendirikan Bait Allah dengan uang hasil perdagangannya dengan pedagang-pedagang Arab dengan kerja sama dengan raja Hiram dari Tirus. Dia juga menciptakan sentralisasi pajak dan perburuhan. Dia membagi Tanah Israel menjadi 12 propinsi. Dia yang sudah punya ratusan isteri dari bangsa sendiri, masih juga mengawini seorang ratu dari Selatan yang tidak menyembah Allah. Dari situ budaya berhala menyebar di kalangan Israel, sehingga menimbulkan perpecahan Israel dari “dalam”. Justru di bawah pemerintahan raja Sulaiman yang dimitoskan sebagai sangat bijaksana inilah terlepaslah propinsi-propinsi Aram (Siria). Dan kerajaan Edom (di Yordania selatan dan semenanjung Sinai) berdiri lagi.

± 926 seb. M Dengan kematian raja Sulaiman, kerajaan terbelah dua. Kerajaan selatan (Yuda dengan ibu kota Yerusalem) di bawah raja Robo-ham. Dan kerajaan utara (Israel dengan ibukota Samaria) di bawah raja Yeroboham, yang memaklumkan Dan dan Bethel sebagai tempat pemujaan resmi kerajaan. Tahun 871 – 852 raja Ahab, anak dari raja Omri, naik tahta, dan mengawini Yesebel, putri ratu dari bangsa Fenisia, yang memboyong dan memperkenalkan berhala-berhala asing ke wilayah Israel (yang monotheis). Tahun 845 – 817 dalam pemerintahan raja Yehu, wangsa Omri beserta berhala-berhalanya dihabisi. Dalam masa Yehu ini kerajaan Israel (utara) maupun kerajaan Yuda (selatan) mempersembahkan bulu bekti (persembahan) kepada raja Assiria (Irak), melalui Damascus (Lebanon).

745 Kerajaan Assiria (Irak Timur yang didirikan oleh Tiglat-pileser III, 745-727 seb.M) di bawah Raja Sargon II mulai memperluas kerajaannya ke selatan menyusur pesisir Lebanon. EXP. Setelah 3 tahun mengepung Samaria ibu kota Israel (utara) dia menghancurkan kota itu (722 seb.M), dan menjadikannya salah satu propinsinya. Memboyong banyak orang Israel ke luar negeri (exile) ke negeri Media dan Mesopotamia (Irak). Sementara itu kerajaan Yuda (selatan) masih mencoba bertahan dengan jalan menjalin hubungan dengan Mesir. Tetapi tahun 614 kerajaan Babilonia (negara bagian Assiria di Irak Barat) merebut Assiria dan menghancur semua kotanya.

625-539 seb.M Setelah 631 tahun bangsa Israel menduduki Palestina (sejak 1200 seb.M), mereka kehilangan tanah air. Kerajaan Babilonia (Irak Barat). Raja Nebukadnesar II setelah 1½ tahun mengepung Yerusalem (ibukota kerajaan Yuda, selatan) akhirnya menghancurkan nya (587 seb.M). EXP. Memboyong banyak orang Israel ke luar negeri (exile, pembuangan) ke Babilonia. Selanjutnya “diaspora” (= ke-tercerai-berai-an) menjadi nasib bangsa Yahudi. Sejak waktu itu nama sebutan mereka bangsa Yahudi, bukan lagi “bangsa Israel” atau “bangsa Ibrani”. Nama Yahudi berasal dari Yuda, salah satu suku Israel yang akhirnya menjadi nama Kerajaan Selatan. Sejak itu Palestina berpindah-pindah tangan berkali-kali. Lihal tahun 132 M.

539 seb. M Raja Sirus II dari Kerajaan Persia (Iran) menaklukkan Babilonia menjadikannya propinsi Persia. EXP. Lalu melepas tawanan mereka (termasuk bangsa Yahudi). Bangsa Yahudi diperbolehkan kembali ke Palestina, memperoleh kebebasan beragama yang sangat leluasa, lebih-lebih pada pemerintahan raja Alexander the Great (Iskandar Agung, 336-323). Mereka boleh membangun kembali Bait Allah di Yerusalem. Setelah Iskandar Agung mangkat, perang Diadochi (323-281 seb.M), lalu Persia terpecah menjadi 3 kerajaan: Antigons (Macedonia), Seleucids (Iran), dan Mesir. Israel berganti-ganti penjajah. Selanjutnya di bawah Antigons, kemudian direbut Seleucids, lalu direbut Mesir.

168 seb. M Bangsa Yahudi di bawah pimpinan Judas Makabe mencoba memberontak melawan Seleucids (Iran). De iure mereka masih di bawah Seleucids, tetapi de fakto mereka menikmati kemerdekaan.

63 seb. M Kerajaan Roma di bawah kaisar Pompeius berhasil mencaplok tanah Palestina menjadi propinsinya. EXP.

TARIKH MASEHI

70 M Setelah beberapa kali pemberontakan Yahudi (66 M), Yerusalem dihancur leburkan untuk kedua kalinya (70 M), kali ini oleh kaisar Titus dari Kerajaan Roma (Italia kuno). Tanah Palestina berada di dalam kuasa Kerajaan Roma Timur, sampai dengan 638 M.

132-135 Pemberontakan bangsa Yahudi dipimpin Bar Kochba, ditumpas oleh Kaisar Adrianus. 133 M. Bangsa Yahudi dilarang tinggal di Yerusalem. Barangsiapa didapati kembali ke kampung halaman-nya akan dihukum mati. Dengan hilangnya pusat agama dan politik tersebut, berakhirlah sudah negara bangsa Yahudi. Lihal tahun 625 seb.M. Mereka hidup dalam Diaspora (keterceraiberaian). Pusatnya adalah komunitas-komunitas kecil. Tempat berkumpul mereka bernama Synagoga.

Mereka menyebar ke seluruh Kerajaan Roma (lebih-lebih Turki, Afrika Utara dan Spanyol). Pada jaman Kaisar Caracalla (212 M), mereka juga memperoleh kewarganegaraan Roma seperti penduduk lainnya.

Kebencian terhadap bangsa Yahudi, antara lain dikarenakan agama mereka yang eksklusif dan memisahkan diri dari masyarakat, dan ketaatan mereka pada agamanya yang mengharamkan patung-patung; mereka dibenci masyarakat sekitarnya yang menyembah patung-patung. Dekrit-dekrit dari kaisar-kaisar Roma yang memeluk agama kristen (Kaisar Konstantinus, Thedosius, Valentianus, Justinianus) merendahkan derajad kewarganegaraan bagi bangsa Yahudi di bawah warga negara lain. Gerejapun ikut memperlakukan bangsa Yahudi seperti itu. Mengapa?

Apakah hal itu disebabkan dosa bangsa Yahudi yang telah membunuh Yesus, dosa mereka itu selalu diingat-ingat? Apakah karena bangsa Yahudi tertimpa sumpahnya sendiri: ”Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan anak-anak kami” (Matius 27:25)? Gereja Katolik menegaskan, hal itu tidak benar dan jangan sekali-kali berpikir demikian.

Banyak juga pengungsi Yahudi yang kembali ke Babilonia (Irak), di mana mereka menjadi kaya. Mereka mendirikan pusat keagamaan mereka di kota Yamnia (utara). Ketika wangsa Sassanid berkuasa, bangsa Yahudi ditindas. Tetapi ketika datang bangsa Arab (Kalifah Abu Bakar 632-634 M) mereka kembali bebas.

590-604 M Paus Gregorius Agung menetapkan kebijakan gereja mengenai bangsa Yahudi, melarang paksaan pembaptisan bagi mereka, dan menganjurkan pertobatan berdasarkan kebebasan. Menetapkan bangsa Yahudi sebagai warga asing yang tanpa perlindungan maka mewajibkan mereka menempatkan diri di bawah perlindungan pribadi raja. Ini dipraktekkan pertama kali oleh Raja Jerman Louis Yang Saleh (814-840) Pada prakteknya raja-raja Jerman memberi mereka banyak hak istimewa. Larangan bagi orang kristiani membungakan uang (riba), menjadi kesempatan bagi bangsa Yahudi untuk menjadi kreditor (yang meminjamkan uang dengan riba). Pekerjaan bangsa Yahudi dan pogrom (pembunuhan terorganisir atas suatu kelompok atau suku atau ras) terhadap ras Yahudi, pada awal Perang Salib (1096-1099) membuat terbitnya undang-undang perlindungan bangsa Yahudi sebagai orang non-kristiani (bukan sebagai pedagang atau warga kota).

632 M Kalifah Abu Bakar berdiri. Mengalahkan suku-suku Arab yang belum takluk. EXP. Mulai mendesak Siria dan Iran. Tahun 634 M, Omar “pemimpin umat beriman” menggantikan Abu Bakar, menaklukkan Damaskus (Siria, 635), Iran (636). Dan pada 638 M, yakni 6 tahun setelah wafat Nabi Muhammad, Kalifah Omar telah menaklukkan Yerusalem. Mesir (642), Libia (642). Ketika datang bangsa Arab, bangsa Yahudi kembali bebas. Tahun 644 Omar meninggal, digantikan Otoman, pendiri dinasti Omayah, yang runtuh tahun 732 setelah kekalahan melawan kaum Abbasid. Tahun 711 M yakni 79 tahun sejak wafat nabi Muhammad; Walid I (puncak kekuasaan Dinasti Omayyah Persia, Iran) meruntuhkan kedaulatan Eropa, menghancurkan pasukan kerajaan Visigoth (Spanyol). 732 M, masuk ke jantung Perancis sampai Tours dan Poitiers, tetapi dipukul mundur oleh tentara Perancis.

1071 Dari arah Timur Laut, Kalifah Alp Arslan pengganti kalifah Tughril Beg (Bagdad) memimpin bangsa SELJUK (Turki Timur) merebut Yerusalem dan Siria dari kuasa kalifah-kalifah Fatimid di Mesir. Menaklukkan Bizantium (Turki Barat). Selanjutnya sekitar tahun 1000 M berdiri negeri-negeri Islam yang otonom, antara lain negeri Fatimid (Aljazair, Libia, Mesir, tanah Palestina). Negeri-negeri tersebut menjadi kerajaan-kerajaan Islam, antara lain kerajaan Ayyubid, Seljuk (Irak) dsb.

Bangsa SELJUK (Turki Timur) dipimpin kalifah Alp Arslan pengganti kalifah Tughril Beg (Bagdad), merebut Yerusalem dan Siria dari kuasa kalifah Fatimid di Mesir. Menaklukkan Bizantium (Turki Barat) 1071.

1095-1270 M Perang Salib berdalih merebut makam Yesus Kristus, dan mengamankan perjalanan peziarahan ke situ. Tapi sebenarnya dalih utamanya adalah tekad bangsa Eropa mempertahankan kedaulatan melawan ancaman EXP. territorial berkali-kali yang sukses dari negeri-negeri Timur. Kali ini cara Eropa mempertahankan kedaulatannya adalah “bertahan sejak di depan gawang lawan”. Perang Salib terdiri dari tujuh Perang Salib, dari 1096 sampai 1270. Satu-satunya penggalang persatuan negara-negara Eropa yang sukar bersatu adalah Paus. Mereka berhasil merebut Yerusa-lem beberapa kali. Perang Salib Pertama berhasil menguasainya 88 tahun. Perang Salib Kelima menguasai Yerusalem 15 tahun. Selanjutnya sejak Perang Salib keenam dan seterusnya Yerusalem dikuasai bangsa-bangsa Timur, selama 676 tahun lamanya. Sampai 1920 direbut Inggeris. Sampai jaman modern Israel tidak lagi dikuasai bangsa-bangsa Timur.

1096-1215 Penganiayaan besar pertama terhadap bangsa Yahudi terjadi pada waktu Perang Salib. Tuduhan terbesar yang disebar-luaskan terhadap mereka adalah peri-laku mereka yang suka menghina agama lain dan pembunuhan berdasarkan tata cara keagamaan.

1103 “Perdamaian Mainz” (Jerman) menetapkan para rohaniwan, wanita, pedagang dan bangsa Yahudi sebagai orang-orang yang “diberi damai”, artinya, berhak mendapat perlindungan, sebab mereka tidak membawa senjata (karena tidak diperbolehkan). Karena tidak membawa senjata, mereka juga dinyatakan sebagai bukan orang “bebas”.

1209-1290 Bangsa Yahudi diusir keluar dari Inggris.

1236 Raja Perancis Frederikus II menetapkan bangsa Yahudi sebagai “pembantu rumah tangga kita”. Ini berasal dari konsep gereja mengenai “perbudakan bangsa Yahudi” dalam arti rohani (bangsa Yahudi belum dimerdekakan oleh Yesus Kristus). Tetapi konsep ini dipakai sembarang-an dalam bahasa hukum, sehingga menaruh bangsa Yahudi sebagai orang-orang yang tergantung secara ekonomi dan politik pada raja.

1215 Konsili (rapat Uskup-uskup seluruh dunia). Konsili Lateran ke-4 melarang bangsa Yahudi memegang jabatan pemerintahan dan mewajibkan memakai baju khas Yahudi.

1306-1394 Bangsa Yahudi diusir keluar dari Perancis.

1347-1354 Pada waktu berjangkit wabah pes (tikus) yang dinamai “the Black Death”, 350 komunitas Yahudi di Jerman dihancurkan oleh pogrom. Mereka berbondong-bondong mengungsi ke negeri-negeri Timur, pada awal Perang Salib. Bahasa mereka Yiddish. Pakaian mereka khas jaman Abad Pertengahan (1100-1400).

1391-1481 Diuber-uber oleh Gereja Katolik Spanyol dengan sistem Inkwisisi, akhirnya mereka diusir dari Spanyol

1496 Bangsa Yahudi diusir dari Portugal.

1511 Reuchlin, cendekiawan Jerman yang fasih berbahasa Ibrani (Yahudi), menjadi juru bicara orang Yahudi melawan Ordo (Tarekat) Dominikan dan Pfefferkorn (orang Yahudi yang sudah menjadi Katolik) yang menuntut agar Talmud (Kitab Suci orang Yahudi) dibakar saja. Bagi Reuchlin, sinagoga (rumah ibadat Yahudi) bukan lagi rumah orang-orang yang “kalah”, tetapi “sister of ecclesia” (saudara perempuan dari gereja). Dia berusaha mengembalikan makna asli dari undang-undang kerajaan Roma (bahwa bangsa Yahudi ada di bawah kaisar langsung) dan Hukum Gereja (bangsa Yahudi adalah sanak keluarga orang Katolik).

1517 Gerakan Reformasi (pemberontakan Martin Luther terhadap Gereja Katolik) tidak memperbaiki naisb bangsa Yahudi. Luther membela bangsa Yahudi dengan mengatakan bahwa Tuhan Yesus Kristuspun lahir sebagai bangsa Yahudi (1523). Setelah harapan Martin Luther (bahwa bangsa Yahudi akan bertobat menjadi Kristen) ternyata tidak terwujud, pembelaan Luther tersebut malah disusul dengan polemiknya mengenai “Orang Yahudi dan tuduhan bohong terhadap mereka” (1542).

1648 Pekerjaan bangsa Yahudi menjadi pedagang perantara, pedagang barag-barang second, dan pedagang uang, sangat dibutuhkan oleh pribumi (khususnya para pedagang pribumi). Ini membuat orang Yahudi mendapat hak-hak khusus, menjadi kaya, dan mempunyai pengaruh di masyarakat dan pemerintahan.

ZIONISME

1807 Pada abad 19 orang Yahudi di negeri-negeri Eropa mendapat emansipasi (persamaan derajad) setara pribumi Eropa. Tetapi tetap saja pro-kontranya pasang-surut. Artinya, anti-semitisme terus saja bergejolak. Puncaknya pada waktu Hitler. Sebabnya, orang Yahudi sendiri dinilai eksklusif, negative terhadap bangsa lain, dan menguasai perekonomian kota-kota Eropa. Semit adalah nama bangsa nenek moyang bersama bangsa Yahudi dan bangsa Arab.

1881 Sebagai akibat dari pogrom (pembunuhan terorganisir atas suatu kelompok atau suku atau ras) terhadap ras Yahudi di Rusia (1881-1882) dokter Leo Pinsker dari Odessa (Jerman) dalam bukunya Autoemancipation (1882) menuntut kampung halaman (home) sendiri untuk bangsa Yahudi yang tertindas. Membentuk Persekutuan “Hoveve Zion” (Teman-teman Zion). Zion adalah nama sebuah bukit di Palestina. Di atas bukit itu berdiri kota Yerusalem. “Hoveve Zion” tersebut menumbuhkan inspirasi untuk merebut dan menduduki Palestina kembali. Zionisme berarti kembali ke Zion.

1894 Dipicu oleh kasus Dreyfus (kolonel Jerman keturunan Yahudi yang dihukum pengadilan milter dengan bukti-bukti palsu, 1894), Theodore Herzl menulis buku Der Judenstaat (negara Yahudi, 1896) dan mendirikan gerakan Zionist. Masalah Yahudi menjadi masalah nasional Jerman tetapi harus diselesaikan oleh bangsa Yahudi sendiri. Dalam Konggres Zionist Internasional - I (Basel 1897) dibentuk organisasi politis yang kuat. Program dan tujuan Zionisme ditentukan yaitu = mendirikan kampung halaman (home) di Palestina bagi bangsa Yahudi, yang dilindungi oleh hukum internasional. Semangat Zionisme ditiupkan untuk menjadikan tanah Palestina sebagai pusat intelektual. Ini dilakukan melalui karya politik, karya budaya, dan karya kolonisasi yang diprogram secara rinci. Ini diharapkan menjadi pegangan tiap kelompok Yahudi di seluruh dunia. Berbeda dari Zionisme politis, Zionisme budaya masih bisa sabar menunggu terwujudnya negara Israel. Chaim Weizmann (1874-1952) berusaha membuat sintesa dari kedua jenis Zionisme tersebut. Realisasinya yang nyata adalah mendirikan kantor Zionist Palestina di Jaffa dan Universitas Ibrani (1918). Itu reaksi terhadap gerakan Zionisme. Pada tahun 1905 terbit “Protokol Tua-tua Zion” karangan Mueller von Hausen (rekan Ludendorff) di Jerman, yang mengaku-aku seakan-akan itulah pendapat kaum tua-tua Yahudi. Akibatnya, Antisemitisme (Anti-Yahudi) meluas. Pada tahun 1917 Lord Balfour (Inggris) menjanjikan akan mendirikan kampung halaman bagi bangsa Yahudi di Palestina.

1920 Mengabaikan Deklarasi Lord Balfour (1917), Inggris menduduki Palestina.

1932 ADOLF HITLER (1889-1945). Juli 1932 Partai NSDAP (Partai Buruh Nasionalis Sosialis Jerman) menang pemilu tetapi Nop.1932 pemilu diulang, NSDAP kalah.

22 Jan.1933 Hitler dengan banyak hambatan dan kesukaran berhasil disetujui parlemen menjadi Kanselir Jerman (Perdana Menteri). Pada tahun yang sama memak-

lumkan NSDAP menjadi satu-satunya partai Jerman. EXP.

Dasar politik rasisme Das Dritte Reich (kerajaan ketiga, sebutan lain untuk pemerintahan Hitler) adalah (1) Ideologi ras (kemuliaan ras Aria = bangsa Jerman; menaruh bangsa Yahudi di bawah taraf manusia “subhuman jew”). (2) Menjadikan orang Yahudi kambing hitam penyebab kekalahan Jerman dalam Perang Dunia I (1918). (3) Menentukan musuh negara satu-satunya adalah bangsa Yahudi. Bangsa Yahudi itu penjelmaan kejahatan (incarnation of evil per se).

1 April 1933 Realisasi idée di dalam bukunya, “Mein Kampf” (Perjuangan-ku, 1923-1927) Hitler melancarkan Hari Boikot. Maksudnya, melarang bangsa Yahudi menjabat atau berkarya apa saja di Jerman. Apa saja!!

1933 Membatalkan Konkordat (Perjanjian) dengan Vatikan.

15 Sept.1935 Undang-undang Nurnberg mencabut kewarganegaraan bangsa Yahudi yang tinggal di Jerman, melarang segala bentuk hubungan dengan orang Yahudi (dagang, perkawinan, pacaran, dsb.). Peraturan selanjutnya mencabut semua perijinan (dagang, dokter, pengacara, Nama Jerman, dsb).

1938 pembunuhan terhadap sekretaris III wakil Jerman di Paris oleh pemuda Yahudi memicu pogrom di seluruh Jerman. Membakar dan menghancurkan rumah ibadat Yahudi (sinagoga), makam, bangunan Yahudi. Menahan 26.000 orang Yahudi.

1938 Jerman merebut Austria. 1939 Merebut Polandia dan Cekoslovakia. 1940 Merebut Denmark, Norwegia, Perancis, dan Yunani. 1941 Dibantu Rumania, Italia, Slovakia, dan Hungaria, menyerbu Rusia.

1939-1945 Perang Dunia II.

1942 Perjanjian persekutuan militer Jerman – Italia – Jepang.

Nasib orang Yahudi di negeri-negeri lain yang direbut dan diduduki Jerman, sama dengan nasib saudaranya di Jerman. Sampai kalahnya Jerman dari Sekutu (Amerika dkk.) dan tewasnya Hitler (bunuh diri 13 April 1945) sekitar 4-5 Juta orang Yahudi dibantai.

1933 Zionisme = Migrasi orang-orang Yahudi dari seluruh dunia pulang ke bukit Zion (Yerusalem) semakin banyak. 1939 sepertiga penduduk dan 12% tanah Palestina diduduki bangsa Yahudi.

Bangsa Arab menentangnya sebab sudah 2500 tahun sejak 587 seb.M bangsa Israel kehilangan tanah air, dan Palestina dijajah  bangsa-bangsa besar lain berganti-ganti, atau sudah 1300 tahun Yerusalem dipelihara bangsa Arab sejak direbut Kalifah Omar, 638 M. Tetapi sekarang mereka tak berdaya karena kalah pandai dan kalah dukungan. Mereka sendiri terpecah dua (kelompok Husein, Mufti Besar Yerusalem, dan kelompok raja Abdullah dari Yordania). Penguasa negeri (1920) yaitu Inggris, sekali memihak Yahudi, lain kali menyulitkannya. (1942 Tragedi Kapal Exodus: Inggris melarangnya masuk Palestina, menahan penumpangnya di pulau Siprus dan memulangkannya ke negeri asal). Terorisme dilancarkan dua pihak silih berganti.

1947 Komisi PBB untuk Palestina (UNSCOP) mengusulkan pembagian negeri Palestina, tetapi ditolak oleh pihak Arab.

1948 Inggris melepaskan kekuasaannya atas Palestina supaya Israel memproklamasikan negara Israel pada 14 Mei 1948 .

1949 Gencatan senjata dengan ketentuan: pembagian kota Yerusalem. Tepi barat sungai Yordan dikuasai kerajaan Yordania, dan Jalur Gaza dikuasai Mesir.

1956 Pihak Arab memblokade Terusan Suez dan pelabuhan Elath, serangan-serangan Fedayyin (unit-unit sabotase), dan bantuan militer Rusia kepada pihak Arab. Israel menyerang Mesir, melumpuhkan pasukan Mesir.

1967 Pasukan PBB ditarik mundur. Sabotase oleh al Fatah. Blokade teluk Aqaba (pelabuhan Elath).

Perang 6 hari (5-10 Juni 1967) antara Israel melawan negara-negara Arab. Israel merampas Jalur Gaza, Sinai, tepi barat, dan dataran tinggi Golan.

1973 Perang Arab-Israel ke-4. Berakhir dengan perjanjian dengan Mesir dan Siria yaitu perjanjian “tidak ikut campur”.

1975 Yasser Arafat (pimpinan P.L.O.) menuntut berdirinya negara Palestina yang demokratis. Lihat 1947.

1981 Serangan Israel atas instalasi nuklir Irak. 1987 “Intifada” perlawanan rakyat Palestina tanpa senjata.

1993 Deklarasi Oslo, Israel mengakui PLO dan menyetujui pembentukan negara Palestina merdeka. 1996 pemilu pertama Palestina, Yasser Arafat meraih 87% suara. 1996 pembukaan terowongan di bawah masjid Al-Aqsa oleh Israel (karena Israel mengklaim bahwa masjid tersebut didirikan di atas reruntuhan Bait Allah / Sinagoga Pusat mereka, lihat th 70 M). Dan th 2000 “kunjungan” Ariel Sharon ketua Partai kanan Likud ke Masjid Al-Aqsa. Kedua peristiwa tersebut memprovokasi pertumpahan darah dahsyat di Jalur Gaza dan Tepi Barat, yang dikenal dengan nama Intifada Al-Aqsa. Selanjutnya bom bunuh diri oleh pihak Palestina, marak.

2002 Israel mengambil kembali kota-kota di tepi barat S.Yordan.

Disarikan Dari Hermann Kinder dan Werner Hilgemann, The Penguin Atlas of World History, Penguin Books Ltd., London, 1978, 1995.


Parse error: syntax error, unexpected T_ENDIF in /home/justisia/public_html/wp-content/themes/christian-sun/comments.php on line 35